Jumat, 22 Mei 2015

Cara Tuhan menjawab doa kita

Cara Tuhan menjawab doa kita


Ada seorang tentara Amerika yang melayani Tuhan berdiri di pinggir jalan untuk mencari tumpangan ke kota Chicago di Illinois. Sebenarnya perbuatan "hitchhiking" ini melanggar hukum dan sangat berbahaya, tetapi tidak ada alternatif lain bagi tentara ini kecuali melakukan hal itu.
Tiba-tiba sebuah limousine warna hitam menghampiri tentara itu dan memberikan tumpangan.
Tentara dan pemilik limousine tersebut saling berkenalan (siapa namanya, asalnya dari mana, kerja di mana, dsb) dan tiba-tiba Roh Kudus membisikkan dalam hati tentara ini untuk membagikan berita mengenai keselamatan di alam Kristus kepada pemilik limousine ini. Tentara itu menolak bisikan Roh tersebut, karena pikirnya, masakan saya habis melanggar hukum tiba2 memberitakan Kristus, dan terlebih lagi karena tentara ini TAKUT dipukuli pemilik limousine ini dan diturunkan di tengah jalan.
Tapi bisikan Roh Kudus tersebut sedemikian kuat sehingga tentara ini tidak tahan lagi dan berkata kepada pemilik limousine ini, "Pak... boleh nggak saya menanyakan masalah pribadi?" "Oh, boleh saja," jawab Bapak ini, "Pertanyaan apa?" "Kalau misalnya Bapak meninggal dunia besok pagi, Bapak kira-kira akan masuk surga atau masuk neraka?" "Kamu tahu nggak?" jawab Bapak ini, "Sesaat sebelum saya memberimu tumpangan, saya juga tiba-tiba memikirkan hal itu, dan saya pikir kalau saya mati besok, saya akan masuk neraka." "Bapak mau nggak saya beritahu caranya masuk surga?" tanya tentara ini. "Oh, tentu saja mau," jawab Bapak itu.
Tentara itu lalu mulai membagikan berita keselamatan mengenai Yesus Kristus dan menantang Bapak ini untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Bapak itu bersedia menerima Yesus, dan ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengajak tentara itu membimbing dia berdoa untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Air mata meleleh di pipi Bapak ini. Ia mengatakan, "kamu tahu nggak? Malam ini kamu sudah melakukan hal yang sangat besar bagi hidup saya, saya nggak akan pernah melupakan apa yang kamu sudah lakukan bagi hidup saya Chicago, ketika tentara ini mohon diri (turun dari mobil), Bapak itu memberikan satu kartu nama sambil berkata, "Ketahuilah... hari ini anda sudah melakukan hal yang sangat penting dalam hidup saya. Kapan-kapan kalau main ke Chicago hubungilah saya di alamat ini." dan tak lama kemudian mereka berpisah.
Waktu lima tahun sudah berlalu dan tentara ini kemudian kembali berkunjung ke kota Chicago, dan ia ingat akan kartu nama yang diberikan oleh Bapak pemilik limousine ini kepadanya. Tentara ini ingin tahu kabar mengenai Bapak tersebut, dan ia datang ke alamat yang tertera di kartu nama tersebut, dan ia sampai ke sebuah gedung pencakar langit kantor pusat sebuah perusahaan raksasa di Amerika Serikat. Ia memberikan kartu tersebut kepada satpam, dan satpam itu sangat terkejut dan bertanya, "Dari mana kamu dapatkan kartu ini?" Tentara itu menjawab, "Yang empunya kartu itu sendiri yang memberikannya kepada saya." sehingga satpam itu menjawab, "Kamu naik ke lantai paling atas, sampai sana belok kiri dan kamu tanya pada sekretaris yang ada di sana."
Tentara itu naik ke lantai paling atas dan memberikan kartu nama itu kepada sekretaris yang ada di sana yang juga sangat terkejut, "Dari mana anda dapatkan kartu ini?" Jawab tentara itu, "Wah... panjang ceritanya... tapi beliau sendiri yang memberikannya kepada saya." "Bapak ini sekarang tidak ada di sini...apakah anda ingin bertemu dengan istrinya?" "Boleh", jawab tentara itu, dan ia dipertemukan dengan istri Bapak itu yang adalah Presiden Direktur dari perusahaan raksasa tersebut. "Dari mana kamu peroleh kartu ini?" tanya ibu (istri) tersebut.
Tentara itu menceriterakan ihwal pertemuannya dengan Bapak itu dan bagaimana Bapak itu menerima Yesus sebagai penyelamatnya. Mendengar itu semua meledaklah tangis Ibu tersebut. Ia menceriterakan bahwa tak lama sesudah menurunkan tentara itu, limousine tersebut memperoleh kecelakaan yang sangat fatal yang menewaskan Bapak tersebut. Ibu itu mengatakan bahwa bertahun-tahun ia berdoa supaya suaminya diselamatkan, dan ia mengira bahwa suaminya meninggal tanpa diselamatkan, sehingga ia begitu marah kepada Tuhan dan meninggalkan gereja dan pelayanannya.
Apa yang dilakukan oleh tentara itu adalah hal yang paling penting yang pernah terjadi dalam hidup Bapak itu, tetapi hal yang tidak kalah penting lagi ialah CARA Allah mengabulkan doa ibu itu.
Ibu itu sadar bahwa Allah BEKERJA di dalam doa2 yang disampaikannya TANPA memberitahu Ibu tersebut bahwa doanya TELAH DIKABULKAN TUHAN.
Dari kisah ini kita bisa belajar:
HARUSKAH Tuhan itu memberitahu kita apabila Ia bekerja dalam rangka mengabulkan doa-doa kita?
TIDAKKAH mata iman kita itu bisa melihat bahwa di balik doa yang SEPERTINYA tidak dikabulkan oleh Tuhan itu TERNYATA Tuhan bekerja untuk mengabulkan doa2 kita? Sedemikian cepatnyakah kita MENUDUH bahwa Tuhan itu tidak setia, Tuhan itu berbohong, Tuhan itu tidak menjawab doa-doa kita, dan Tuhan itu tidak berkenan atas doa-doa kita?
HARUSKAH Allah itu mengabulkan doa kita dengan cara yang SESUAI dengan cara yang kita sodorkan kepada Tuhan? Apakah kita sudah sedemikian "dijangkiti" oleh "doa instan" yang "harus dikabulkan hari ini juga","harus dikabulkan tahun ini juga" dan lain sebagainya?

http://www.airhidup.com/article/cara-tuhan-menjawab-doa-kita

Rabu, 20 Mei 2015

Memandang Muka

Memandang Muka


Ketika anda ingin melamar sebuah pekerjaan disebuah perusahaan, penampilan anda sangatlah mempengaruhi, kemungkinan anda diterima atau tidak di perusahaan tersebut. Tetapi seringkali penampilan seseorang tidak sesuai dengan kepribadiannya yang sebenarnya. Ada banyak orang yang hidup bersandiwara, berpura-pura kaya padahal hidupnya pas-pasan. Berpura-pura pintar padahal tidak tahu apa-apa. Bahkan tidak sedikit yang berpura-pura sebagai hamba Tuhan, padahal hamba iblis.
Banyak sekali manusia yang tertipu akan hal itu, dikarenakan manusia melihat apa yang terlihat oleh penglihatannya. Manusia cenderung memandang muka, artinya memberikan perhatian khusus terhadap seseorang tertentu karena kekayaan, busana, kecantikan, kedudukan, kepintaran, jabatan gelar, dll. Itu sebabnya tidak sedikit diantara anda yang kecewa, tertipu, dibohongi dan salah menilai seseorang.
Manusia memandang apa yang didepan mata, Tetapi Allah tidak. Ia tidak pernah memandang seseorang dari penampilan lahiriah, tetapi Allah memandang dari hatinya ( 1 Samuel 16:7). Oleh sebab itu apabila anda menganggap diri anda hidup dalam ibadah, tetapi hati anda tidak terpaut pada-Nya maka itu tidak berkenan bagi Allah.
Allah tidak bisa dikelabui oleh perbuatan-perbuatan lahiriah anda, ketika Ia hendak memberkati anda. Siapapun anda orang mampu atau tidak mampu ia sangat ingin memberkati anda. Bahkan ketika Tuhan Yesus mati diatas kayu salib, Ia ingin setiap orang diampuni sehingga menerima keselamatan.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, Ia tidak pernah memandang muka atau secara lahiriah.
Mari berdoa minta ampun, bila selama ini anda menilai seseorang dari penampilannya, mintalah hikmat dan karunia dari Roh Kudus sehingga anda dapat menilai seseorang sesuai pimpinan Tuhan. Doakan juga orang-orang disekitar anda yang secara lahiriah melakukan hal-hal rohani tetapi hatinya tidak terpaut pada Allah.

http://www.airhidup.com/article/memandang-muka

Selasa, 19 Mei 2015

Gadis kecil itu bernama Isaya

Gadis kecil itu bernama Isaya

Aku teringat waktu itu aku masih bekerja di kedai kopi dengan posisi sebagai pelayan. Karena untuk menyelesaikan kuliah ternyata memerlukan biaya yang tidak sedikit. Aku bekerja di kedai tersebut karena ajakan temanku Benny. Karena aku pikir aku punya waktu dan masih perlu uang, maka kuterima ajakan tersebut.
Menjelang akhir tahun, tiba-tiba Benny menyodorkan sebuah brosur dengan ajakan membantu anak-anak kecil di dunia ketiga seperti di Asia, Amerika Latin atau Afrika, yang dikelola oleh sebuah organisasi Kristen. Anak-anak kecil yang hidup dalam kekurangan dan kemiskinan. Mereka tak cukup makanan, tak cukup air bersih, tak ada obat-obatan dan mungkin mereka tidak akan pernah mendapatkan pendidikan pula.
"Ben, apa kau pikir aku kebanyakan uang ?"
"Ala, apa sih beratnya menyumbang duapuluh dolar sebulan. Kamu menyumbang duapuluh dolar sebulan tidak membuat kamu jatuh miskin. Dan kau harus berpikir bahwa sumbangan ini untuk menyelamatkan hidup seorang anak kecil." kata Benny dengan mencoba mempengaruhiku.
Aku terdiam. Aku tidak mengerti ucapan Benny itu. Aku hanya berpikir, karena uangku pas-pasan. Dan dalam hal sumbang menyumbang, aku sudah memberi persembahan setiap Minggu di gereja. Masa sekarang mau ditambah lagi?
"Nih kamu tanda tangani dibawah sini. Dan kalau kamu nggak ada uang sekarang pakai uangku dulu." Aku seperti terhipnotis mendengar ajakan Benny tersebut. Sekitar dua minggu kemudian aku mendapatkan balasan dari organisasi Kristen tersebut. Disertai dengan sebuah foto dari seorang gadis kecil berusia lima tahun yang tinggal di sebuah negara di Afrika. Gadis kecil itu bernama Isaya.
***
Waktu terasa berlalu dengan cepat, aku pun telah lulus dari kuliahku. Aku masih berhubungan dengan Benny. Kami tidak hanya bertemu di gereja tetapi juga di tempat bekerja. Dimana kami bersama-sama bekerja di perusahaan kimia tambang emas. Sebagai sarjana yang baru lulus maka tak ayal lagi aku bekerja mulai dari tingkat pemula. Demikian pula dengan Benny. Dan kami bersyukur atas berkat Tuhan ini. Gaji tidak begitu besar tapi uang tersebut dapat kami gunakan sesuai dengan kebutuhan kami.
Benny cukup aktif dalam pelayanan gereja. Dia pula yang sering mendorong aku untuk ikut pelayanan, ikut persekutuan dan mengingatkanku tidak patah semangat untuk  membiayai Isaya, gadis kecil yang hanya ku kenal lewat foto. Dan karena kesibukanku, sehingga aku tak terasa setiap bulan menyisihkan sebagian dari gajiku untuk gadis kecil itu, yang dulunya aku merasa enggan untuk membantunya.
Bulan demi bulan telah lewat, musim demi musim berlalu. Tiga tahun sudah berlalu. Menjelang hari Natal sebuah kartu dikirim dari Afrika. Ternyata Isaya yang mengirim kartu Natal melalui organisasi kristen tersebut. Selain selembar kartu Natal yang ditulis oleh Isaya sendiri, tulisan tangannya agak kurang beraturan tetapi aku masih dapat membacanya, didalam amplop tersebut juga terdapat sebuah foto Isaya yang memakai seragam sekolah.
"Tuan Christian yang dikasihi oleh Tuhan Yesus. Saya telah menerima surat balasan tuan Christian. Saya tidak lupa berdoa untuk kesehatan tuan Christian. Tuhan memberkati.
Terima kasih pula untuk boneka yang tuan Christian berikan. Saya menyukainya. Saya bermimpi suatu hari saya dapat bertemu dengan tuan Christian. Tertanda Isaya."
Foto Isaya aku letakkan di atas lemari es bersama foto-foto yang sebelumnya telah dikirim oleh organisasi Kristen tersebut setiap tahunnya.
***
Lagi-lagi Benny yang membuatku tidak habis pikir. Kebetulan kami berdua akan dikirim ke kantor cabang kami yang berada di Afrika selama tiga minggu. Lalu Benny mengusulkan padaku untuk mengunjungi anak-anak yang kami bantu melalui organisasi Kristen itu.
"Kapan lagi kamu bisa ke Afrika?" tanya Benny. "Ini kesempatan namanya."
"Ben, kita ke Afrika bukan dalam rangka bersosialisasi tetapi masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan." kataku mengingatkan Benny.
"Apa salahnya sih kalau kita menyisihkan waktu kita untuk mengunjungi anak yang kita bantu. Aku yakin mereka akan sangat gembira sekali. Lagipula apa kamu tidak ingin melihat anak yang kamu bantu selama lima tahun ini bagaimana keadaannya?" sahut Benny menyakinkanku. Memang benar, kadang aku ingin tahu bagaimana sih keadaannya sekarang, anak yang kubantu itu.
Tahun ini usia Isaya mencapai sepuluh tahun. Dikatakan dalam surat terakhirnya, dia masuk sekolah kelas empat. Aku pikir Tuhan itu sungguh ajaib. Bagaimana tidak, aku yang tidak mengenal Isaya, kini aku mengarungi lautan yang jaraknya puluhan ribu kilometer dengan salah satu tujuan menemui gadis kecil itu.
Aku juga bersyukur pada Tuhan yang telah memakai Benny untuk mengajakku membantu Isaya. Hatiku merasa berdebar untuk dapat bertemu dengan Isaya di rumahnya. Meski aku berkata dalam hatiku, aku hanya akan menemui seorang gadis kecil yang kubantu selama lima tahun ini. Tetapi entah kenapa, perasaanku tegang. Benny diajak oleh rombongan lain untuk menemui anak yang dibantunya di kampung lain. Aku sudah menemui ibu Isaya, seorang ibu yang sederhana, yang sedang mengasuh tiga orang adik Isaya. Kami menunggu Isaya pulang dari sekolah.
Jam duabelas lebih sepuluh menit, aku melihat seorang gadis kecil yang berseragam sekolah berjalan menuju arah kami. Isaya persis seperti yang pernah kulihat dari fotonya. Seorang gadis kecil yang berkulit kelam dengan rambut keritingnya yang dikepang dua. Roger Hartman, pengurus dari organisasi Kristen tersebut dan sekaligus yang mengantarku ke rumah Isaya, menghampiri Isaya terlebih dahulu dan bercakap dengan Isaya beberapa saat. Lalu ia menggandeng Isaya ke arahku.
"Halo, Isaya." sapaku.
Dia terdiam sesaat dan memandangku. Aku menghampiri untuk memberi salam. Roger menghampiri Isaya dan berbisik padanya. Isayapun maju menghampiriku dan memberikan tangannya untuk bersalaman.
Aku pun berjongkok membuka kedua tanganku memeluk Isaya. Dia membalasnya. Aku serasa mimpi. Inilah gadis kecil yang selama lima tahun hanya kukenal melalui koresponden surat dan tak pernah kubayangkan akan bertemu dengannya, sekarang aku memeluknya. Isaya memelukku erat. Kurasakan sesuatu yang hangat di leherku. Isaya terisak menangis, air matanya mengalir di leherku. Aku tahu itu isak tangis Isaya yang bahagia. Mimpinya menjadi kenyataan. Hatiku tersentuh. Isaya menginginkan pertemuan ini terjadi. Seperti yang diceritakan oleh ibunya padaku.
"Tuan Christian, terima kasih....terima kasih." ucap Isaya dengan agak kaku.
"Panggil aku Christian." aku tersenyum kepada Isaya.
Memang aku tak menyangka bahwa sumbanganku setiap bulan itu berdampak begitu besar atas diri Isaya dan keluarganya. Sebelumnya mereka tidak mempunyai kamar mandi dan jamban sendiri, karena mereka tidak mempunyai biaya untuk mendirikannya. Setelah aku menyumbang, organisasi Kristen tersebut mulai membuat saluran air besih dan mendirikan kamar mandi serta jamban. Kamar mandi keluarga Isaya sekarang telah digunakan bersama dengan tiga keluarga tetangga lainnya. Isaya mempunyai seragam dan peralatan sekolah serta sepatu yang layak dipakai. Keluarga Isaya mampu membeli seekor sapi yang dapat diminum susunya dan sepasang ayam yang dapat dimakan telurnya.
Aku bersyukur pada Tuhan dapat membantu Isaya dan keluarganya. Aku tahu masih banyak Isaya-Isaya lainnya yang masih menunggu uluran tangan orang yang mampu dan mau membantu mereka.
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku........Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Matius 25:35, 36, 40.
Vancouver 1832004

http://www.airhidup.com/article/gadis-kecil-itu-bernama-isaya

Minggu, 17 Mei 2015

Duduk di Kaki Yesus

Duduk di Kaki Yesus

Di Betania ada keluarga yang begitu mengasihi Yesus, kisah ini dapat di lihat secara nyata melalui sikap mereka yang dengan berani mengundang dan menyambut Yesus di rumah mereka, sementara yang lainnya walaupun mereka begitu bersimpati kepada Yesus namun mereka tidak berani berbuat hal yang sama seperti keluarga Betania, Yohanes 9:22. Saat Yesus berada di rumah Maria dan Marta, Marta berusaha melayani Yesus dan murid-muridNya dengan sebaik-baik sehingga tanpa di sadarinya ia menjadi lelah dan mulai melirik kepada Maria yang tidak menolongnya tapi duduk di kaki Yesus melihat Yesus mengajar.
Dalam kondisi yang kurang adil dan bijaksana ini, Marta protes kepada Yesus atas sikap Maria, tetapi Yesus tidak membela Marta, malahan sebaliknya memberi penilaian bahwa apa yang dilakukan Maria adalah suatu perbuatan yang terbaik. Kalau kita memandang peristiwa ini dari sisi jasmani, khusunya dari sisi social dan ekonomi, maka kita akan berkata bahwa apa yang dilakukan oleh Maria adalah tindakan seorang yang malas, bodoh, tidak tahu perasaan orang lain, tidak punya tenggang rasa dan lain-lain. Tetapi kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari sudut pandang saja. Karena pandangan seperti itu adalah pandangan yang tidak adil. Kita harus mempunyai pandangan seperti yang telah dilakukan oleh Yesus terhadap Maria. Kita tidak dapat mengecam dan menghakimi Maria, tetapi yang sebenarnya adalah Maria seorang figur anak Tuhan yang tahu menggunakan waktu. Kapan untuk urusan jasmani dan kapan untuk urusan rohani. Tidak ada satupun yang dapat halangi dia, tetapi tentunya Maria tidak lalai melakukan segala kewajibannya secara jasmani (urusan sehari-hari).
Mengapa Yesus menilai "beribadah" (duduk di kaki Yesus) adalah suatu tindakan terbaik?
Pertama, orang yang beribadah, sedang mengumpulkan kekayaan / harta yang kekal, Matius19:21.Nilai kekayaan dunia sangatlah fana, tetapi kekayaan rohani bersifat kekal yang tidak dapat di curi oleh siapapun. Tidak heran kalau Yesus menganjurkan kepada orang-orang Yahudi untuk bekerja bukan bagi hal-hal yang akan binasa, tetapi untuk perkara yang kekal, Yohanes 6:27.
Kedua, orang yang tidak beribadah akan kehilangan iman. Hal ini dapat kita lihat melalui peristiwa yang terjadi pada waktu penyaliban dan penguburan Yesus, Yohanes 20:24-25. Saat itu murid-murid dilanda dengan rasa takut yang begitu mencekam, sehingga mereka menutup jendela dan pintu rumah tempat mereka beribadah. Tetapi Thomas memutuskan untuk tidak beribadah, Yesus pun hadir menampakkan diri dan memberikan damai sejahtera kepada murid-muridNya. Mereka dibebaskan dan dilepaskan dari rasa takut. Karena Thomas tidak berbakti, Thomas tidak menikmati berkat yang telah di alami oleh murid-muridnya. Ketika murid-murid mengunjungi Thomas (suatu Contoh yang baik untuk di tiru jemaat bila ada anggota jemaat yang tidak berbakti, jemaat lainnya berusaha mengunjunginya) mereka menceriterakan hal itu kepada Thomas.Tetapi ketika rekan-rekan bersaksi kepada Thomas tentang pengalaman mereka yang telah berjumpa Yesus, Thomas telah kehilangan iman. Thomas hanya mau percaya apabila secara langsung ia bertemu dengan Yesus. Thomas benar-benar telah kehilangan iman.
Kita juga dapat melihat perbedaan yang mencolok antara orang yang suka duduk di kaki Tuhan (Beribadah) dengan orang yang tidak suka duduk di kaki Tuhan. Hal ini dapat kita dari kehidupan Maria dan Marta, Yohanes 11. Maria dan Marta menghadapi masalah yang cukup pelik, karena saudara mereka yang mereka kasihani meninggal dunia. Masing-masing datang kepada Yesus dengan keluhan dan permohonannya. Tetapi kalau kita mempelajari dari Injil Yohanes 11:31-34 kita dapat kesimpulan bahwa Maria berhasil manggoncangkan hati Yesus dengan doanya sehingga Yesus menanyakan kepada Maria masalah dan kesulitan yang dihadapinya, Yohanes 11:34. Demikian juga doa orang-orang yang rajin beribadah, ia sanggup menggoncangkan hati Yesus. Sebaliknya, kalau kita terus mempelajari sampai ayat ke ayat 39, justru Marta telah menjadi penghalang ketika Yesus mulai melangkah untuk menyatakan mujizatNya. Hal ini terjadi karena Marta kurang setia untuk duduk di kaki Yesus (Beribadah). 
Kiranya kita menjadi anak Tuhan yang rajin beribadah, sehingga kita menjadi anak-anak Tuhan yang sanggup menggoncangkan hati Yesus untuk bertindak membela perkara kita. Semoga!

http://www.airhidup.com/article/duduk-di-kaki-yesus

Jumat, 15 Mei 2015

Surat dari Yesus

Surat dari Yesus


Sahabat-Ku yang terkasih, Aku mengasihimu (Yoh 15:9). Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku (Yes 43:1). Sebelum aku menciptakan engkau, Aku telah mengenal engkau. Dan sebelum engkau lahir, Aku telah menguduskan engkau (Yer 1:5). Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu (Yoh 15:16). Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu (yer 31:3). Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia (Yes 43:4).
Masakan Aku membiarkan engkau? Kasih-Ku padamu terlalu besar. (Hosea 11:8) Aku sangat mengasihimu hingga aku disalibkan di Kalvari. Aku mati untuk engkau, dan bila engkau percaya pada-Ku, engkau akan memperoleh kehidupan kekal. (Yohanes 3:16)
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Aku tak dapat melupakan engkau (Yesaya 49:15) Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Yesaya 41:13) AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN. (Matius 28:20)
Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada-Ku. (Yohanes 14:1) Akulah yang menolong engkau. (Yesaya 41:14) Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau. Kesukaran yang kau hadapi tidak akan menghanyutkanmu. Pencobaan berat yang datang tak akan mencelakakanmu. (Yesaya 43:2)
Sekalipun engkau berjalan dalam lembah kekelaman, janganlah takut karena Aku bersamamu. Gada-Ku dan tongkat-Ku menghiburmu. Aku akan memimpinmu di jalan kebenaran. (Mazmur 23) Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)
Damai sejahtera yang Kuberikan padamu melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu. (Filipi 4:7) Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan takut dan tidur dengan nyenyak. (Amsal 3:24) Sebab Aku membiarkan engkau beristirahat dengan aman. (Mazmur 4:8)
Sebab mata-Ku tertuju pada mu dan memberikan pengharapan padamu. (Mazmur 33:18) Engkau akan beroleh jalan masuk. Di dalam kasih karunia ini engkau berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 5:2) Aku akan memberikan sukacita dan damai sejahtera. Bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. (Yesaya 55:12)
Mungkin kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. (Yohanes 16:22) Rambut kepalamupun terhitung semuanya, jadi jangan takut akan segala sesuatu. (Matius 10:30)
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu. (Yesaya 54.10) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)
Maka datanglah sahabat-Ku terkasih, datanglah. Aku akan membawamu dalam keheningan dan Aku akan berbicara dari hati ke hati. Aku benar dan setia. Aku akan menunjukkan kasih-Ku yang tak berubah dan menjadikan engkau kepunyaan-Ku selalu. Aku akan menepati janji-Ku, dan engkau kemudian akan mengenal-Ku sebagaimana belum pernah terjadi sebelumnya. Aku adalah Aku. (Keluaran 3:14) Aku adalah TUHAN, Allahmu (Hosea 13:4)
Sahabatmu yang setia,
Yesus

P.S.: Aku tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8)
Renungan Harian Online

http://www.airhidup.com/article/surat-dari-yesus

Rabu, 13 Mei 2015

Keberhasilan Ditentukan oleh Mendengar

Keberhasilan Ditentukan oleh Mendengar

Tokoh revolusioner , DR Sun Yat Sen ketika dia mati pada tahun 1925, ditemukan surat wasiat yang ditulisnya demikian : Saya adalah seorang Kristen, dan seumur hidup saya, telah berjuang melawan iblis ( maksudnya melawan pemerintahan monarki yang menganggap kaisar china sebagai TUHAN ) selama 40 tahun. Dan seharusnya kamu melakukan hal yang sama. Dan ketika saya mati, saya mau mati sebagai orang Kristen !
Luar biasa bukan ? sampai sekarang, namanya tetap dihormati di China, bahkan sampai seluruh dunia. Majalah TIME pernah memasukan namanya dalam daftar 100 orang yang paling berpengaruh.
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja … Yakobus 1:22
Jangan menyepelekan kekuatan dari mendengar. Langkah pertama hidup sebagai orang percaya adalah MENDENGAR lalu langkah kedua adalah MELAKUKAN.
Keberhasilan hidup sebagai orang percaya ditentukan oleh rela atau tidaknya kita untuk belajar mendengar. Banyak orang ingin mengeluarkan luapan perasaan-nya. Mereka ingin didengar ! bukan ingin menjadi pendengar.
Yang saya maksud adalah mendengarkan Firman ! jangan sampai salah langkah. Tidak ada dalam Firman Tuhan yang mengatakan lakukan dulu baru mendengar. Wah ini berbahaya seperti Saul … Tapi mari kita rela untuk belajar mendengar.
Tetapi jawab Samuel: Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. 1 Samuel 15:22
Jadi, IMAN timbul dari PENDENGARAN, dan PENDENGARAN oleh firman Kristus. Roma 10;17
Ia berkata kepada mereka: Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai IMAN sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana , --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. Matius 17;20
Untuk memindahkan gunung, kita hanya perlu mempunyai IMAN sebesar biji sesawi. Cara menumbuhkan IMAN itu adalah MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN.
Jadi ada PROSES untuk memindahkan gunung. Ada perjalanan waktu untuk menuju keberhasilan. Ada waktu yang harus ditunggu untuk membuat IMAN itu tumbuh. Intinya keberhasilan sebagai orang percaya TIDAK ADA YANG INSTAN !!!!! semuanya perlu PROSES dan WAKTU.
Banyak orang ingin makan buah tapi tidak mau menanam-nya. Mereka ingin HASIL bukan PROSES. Jika mental ini melekat dalam hidup kita, saya mau beritahu, hidup kita TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL.
…..Setiap pagi Ia mempertajam PENDENGARANKU untuk mendengar seperti seorang murid Yesaya 50:4b
Saat yang terbaik untuk mendengarkan Firman Tuhan adalah disaat kita menyisakan waktu untuk bersekutu dengan Dia pada pagi hari. Cara yang paling ampuh adalah dengan MENGUCAPKAN Firman Tuhan dengan bersuara ketika kita membaca Firman. Disarankan jangan membaca dalam hati. Tapi ucapkanlah itu, minimal telinga kita mendengar.
Ibarat tanah yang selalu dipupuk dan disirami, maka tanah itu akan menumbuhkan benih yang sudah ditanam. Begitu juga IMAN. Jika setiap pagi kita rajin membaca Firman dengan bersuara, akan tiba waktunya IMAN itu tumbuh dengan sendirinya. Nah kalau IMAN itu sudah tumbuh, saatnya kita untuk MELAKUKAN FIRMAN. Dengan cara bagaimana ? dengan cara memindahkan gunung ! entah itu gunung masalahmu, gunung sakit penyakitmu, gunung persoalan pribadimu atau gunung apa saja yang menghalangi. Saya yakin, ketika gunung hidupmu sudah terangkat, maka didepanmu akan nampak jalan keberhasilan di depan matamu.
Jangan mendengarkan sesuatu yang salah. Seperti nasihat orang fasik ( mazmur 1;1 ). Orang fasik itu adalah gambaran dunia yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan didalamnya juga termasuk orang Kristen yang tidak pernah membaca Firman Tuhan.
DR Creflo Dollar dalam kotbahnya pernah memberikan langkah-langkah yang akan ditempuh manusia jika manusia itu salah mendengar. Yaitu :
  1. SALAH MENDENGAR : ketika dia salah mendengar, maka dia akan
  2. SALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN : ketika dia salah mengambil keputusan, maka langkah selanjutnya dia akan
  3. SALAH MELAKUKAN TINDAKAN : ketika dia sadar telah melakukan kesalahan, maka pada umumnya manusia akan
  4. MULAI MENYALAHKAN TUHAN ATAU ORANG LAIN : karena manusia akan berkata,kenapa ENGKAU tidak memberitahukanku? padahal kesalahan bukan pada Tuhan, melainkan manusia yang salah mendengar. Dan jika tetap seperti itu, maka
  5. KITA AKAN SULIT BERTUMBUH DAN BERKEMBANG, TERLEBIH LAGI BERHASIL.
Demikian juga DR Sun Yat Sen, seumur hidupnya dia terus berusaha mengejar keberhasilan hidupnya yaitu membawa masuk dalam kehidupan orang percaya. Mungkin bagi manusia, impian nya dikatakan kandas, tapi di dalam Tuhan, dia dipandang sebagai hamba yang berhasil karena terus MENGEJAR sekuat tenaga untuk membawa kemuliaan nama Tuhan.
Keberhasilan kita kelak, biarlah tujuan nya Cuma 1, yaitu membawa kemuliaan bagi nama Tuhan, dan bukan untuk memuaskan keinginan kita sendiri ( self oriented ).
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Yakobus 4:3

http://www.airhidup.com/article/keberhasilan-ditentukan-oleh-mendengar

Selasa, 12 Mei 2015

Seorang Tuan Rumah

Seorang Tuan Rumah


Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri diluar dan mengetok-ngetok pintu.. dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu Aku tidak tahu dari mana kamu datang.( Lukas 13:25). Rumah tanpa ada yang tinggal didalamnya, maka kondisi rumah tersebut akan kotor dan tidak terawat. Rumah akan cepat rusak dan terlihat kusam, bahkan akan menjadi rumah yang menyeramkan. Begitu juga dengan kehidupan kita. Kehidupan kita dapat diibaratkan seperti sebuah rumah. Bukan rumah yang kita lihat sebagai sebuah bangunan. Bukan pula rumah yang dibangun dengan materia dari dunia ini.
Tetapi rumah yang adalah tubuh kita. Dan Tuhan Yesus Kristuslah yang menjadi tuan rumah atas hidup kita. Sebagai tuan rumah Ia akan bertahta didalam hati kita dan tinggal dalam bentuk pribadi sebagai Roh Kudus. Karena jika Roh Kudus tidak tinggal didalam diri kita, maka kita akan kosong , tidak ada Roh yang menghidupkan. Justru Roh Kudus yang ada pada kitalah yang akan membenarkan dan memperdamaikan kita dengan Tuhan. Sehingga hidup kita bukan kita lagi yang hidup, tetapi Kristus yang ada dalam diri kita. Ingatlah bahwa kita semua sewaktu-waktu akan meninggal dan meninggalkan rumah tubuh kita.
Kalau kita tidak mempersiapkan diri kita, akan kemanakah kita setelah meninggal? Yang memegang kunci surga adalah Tuhan Yesus Kristus, maka betapa pentingnya kita mempercayakan keselamatan kita kepadaNya, bukan kepada yang lain. Karena itu janganlah keraskan hatimu, jika saudara belum menerima Kristus, terimalah Kristus pada hari ini juga menjadi Tuan Rumah atas hidup saudara yang sekarang dan nanti. Pintu kesempatan atau pintu anugerah itu dapat tertutup, karena Yesus sendiri tuan rumah atas kerajaan surga. Jangan ambil resiko dengan menunda-nunda. Raihlah keselamatan itu. Tuhan Yesus Kristus pemegang kunci kerajaan surga. Jadikan Ia sebagai tuan rumah atas hidup kita.