Sabtu, 15 November 2014

Point Penting Left Behind

Point Penting Left Behind

Matius 24 : 37 - 44 Kedatangan Yesus kedua seperti pada zaman Nuh, mereka makan minum dan kawin mengawinkan, tiba - tiba terjadi pengangkatan. Ada yang di angkat, yang lain ditinggalkan ( left behind)

1 Tes 5 : 9, Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus Tuhan kita.

Perhatikan, sejak awal Tuhan ingin manusia tinggal dalam Kerajaan Allah di bumi ini, itu sebabnya Allah menciptakan taman eden untuk manusia menikmati suasana surga di bumi.

Manusia cenderung mendengarkan iblis dari pada Tuhan, maka akhirnya manusia harus sengsara dibumi, sedangkan Allah sediakan kehidupan sorga di bumi.

Dalam Perjanjian lama Tuhan membuat gosyen sebagai perwujudan Kerajaan Allah di bumi.
Dalam Perjanjian baru Kerajaan Allah dimanifestasikan melalui Yesus yang datang ke dalam dunia.

GerejaNYA (KDC) yang memanifestasikan Kerajaan Allah di bumi.

Wahyu 19 : 6 -10 Jemaat yang diangkat akan menikmati perjamuan anak domba, tetapi yang tertinggal akan mengalami aniaya besar (tribulations).

2 Tesalonika 1 : 3 - 10  Kedatangan Yesus
1. Dimuliakan bagi orang kudusNYA
2. Dikagumi bagi mereka yang percaya
3. Mengadakan pembalasan bagi mereka yang tidak percaya

Orang yang tertinggal akan ada 2 pilihan
- Mengikuti antikris dengan tanda didagi dan tangan kanan 666.
- Menolak tanda 666 dan mati dibunuh atau kelaparan karena tetap mempertahankan imannya kepada Yesus ( Wahyu 6 : 9 -11)

Perhatikan siapa yang diangkat dan siapa yang ditinggal?
1. Galatia 5 : 19 - 21, orang yang hidup dalam daging dan tidak mau hidup mengikuti Roh Kudus.
2. Wahyu 2-3, keberatan Yesus tentang cara hidup lima gereja (LIGK-8)
3. Yudas 1: 14- 18, mereka yang tidak dapat mengekang lidahnya akan dihakimi
4. Wahyu 21: 8 , mereka yang penakut, orang yg tidak percaya, orang keji, orang pembunuh, orang sundal, tukang sihir, penyembah berhala, pendusta, dll.

khotbah Oleh pendeta Ir. Wiryohadi

Rabu, 05 Maret 2014

Indah Pada Waktu NYA


Indah Pada Waktu NYA

pengarang : NN
 
Dari 43.000 pelamar kemudian 10.000 org, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator uji Klauss Trofoby, yaitu latihan ketangkasan dan percobaan mabuk udara. Siapakah diantara kami ini yg bisa melewati ujian akhir ini? Tuhan, biarlah diriku yang terpilih. begitulah aku berdoa, lalu tibalah berita yg menghancurkan itu. NASA memilih Christina Mc Auflifee dan aku kalah. Impian hidupku hancur, aku mengalami depresi rasa percaya diriku lenyap dan amarah menggantikan amarahku. Aku mempertanyakan semuanya, kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam? Aku berpaling pada ayahku, katanya: "semua terjadi karena suatu alasan". Selasa 28 Januari 1986 , aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challenger, saat pesawat itu melintasi menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali, Tuhan, sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja, agar berada didalam pesawat itu, kenapa bukan aku? 73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku, saat Challenger meledak dan menewaskan semua penumpangnya. Aku teringat kata-kata Ayahku:" semua terjadi karena suatu alasan". Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sanggat menginginkannya, karena Tuhan memiliki alasan lain, untuk kehadiran ku dibumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah, aku seorang pemenang, aku menang karena aku telah kalah. Aku Frank Selazak masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan, karena tidak semua doa ku dikabulkan. Ternyata Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara: 1. Apabila Tuhan mengatakan YA maka kita akan mendapatkan apa yag kita minta 2.Apabila Tuhan mengatakan tidak maka kita akan mendapatkan yang lebih baik. 3.Apabila Tuhan mengatakan tunggu maka kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai kehendaknya dan waktunya. Tuhan tidak pernah terlambat, juga tidak tergesa -gesa, Dia selalu tepat waktu. Roma 8:28 kita tahu , sekarang bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan. Jadi, janganlah kita menghakimi seseorang bila dia sedang dalam pergumulan, dengan mengatakan kamu kurang doa sih, harusnya kamu doa 7 jam sehari atau kamu tidak puasa sih, atau kamu mungkin masih ada dosa, akhirnya orang tersebut bukannya merasa ringan bebannya tapi malah makin terpuruk karena kita mulai mendakwa dia dengan segala macam aturan-aturan, padahal kita tahu rencana Tuhan bukanlah rencana kita, waktu Tuhan bukan waktu kita dan cara Tuhan bukanlah cara kita. Berhentilah untuk menjadi hakim bagi orang lain.
   

Selasa, 04 Maret 2014

Hadiah Cinta


Hadiah Cinta



"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya,aku ini makhluk aneh."                                             
     
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.    

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.                              

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.                                          

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan.Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah ... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"                            

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Senin, 03 Maret 2014

Gereja Yang Mati

Gereja Yang Mati

pengarang : NN


Sungguh, baik Nabi maupun Imam berlaku fasik, dirumah Ku pun juga Aku mendapati kejahatan mereka, demikianlah firman Tuhan. ( Yeremia 23:11 ). Pada tahun 1992, Pdt.David Wilkerson meminta orang-orang kristen di Amerika Serikat dan Kanada untuk menulis surat dan menceritakan keadaan gereja mereka. Responnya sungguh luar biasa, karena ribuan orang kristen menanggapi dan mengirimkan surat kepada hamba Tuhan ini. Satu dari enam surat umumnya berkata, segala sesuatu berjalan dengan baik digereja kami. Pendeta kami sungguh-sungguh orang yang setia dan tidak takut dalam memberitakan kebenaran. Gereja kami bertumbuh penyembahan begitu indah, kami tidak sabar menunggu untuk beribadah pada kebaktian berikutnya. Tetapi yang mengejutkan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang kristen yang terluka secara rohani. Mereka menulis surat dan menceritakan tentang gereja mereka yang mati. Biasanya mereka menulis dengan kata-kata, kami mengasihi pendeta kami namun.... Mereka melanjutkan ... gereja kami menjemukan. Banyak orang mengantuk dan tertidur selama pendeta berkhotbah. Pendeta kami takut menegur jemaatnya, dan ia selalu berkhotbah hal-hal yang baik saja. Kami menjadi mati secara rohani dan kami menemukan gereja yang lebih baik. Sebaliknya para gembala sidang mengeluh, kami membutuhkan dorongan, jemaat kami ingin mendengarkan kebenaran dan katanya mereka mau dikoreksi. Tetapi bila Roh Kudus sedang bekerja dan saya mengoreksi mereka, mereka lantas ngambek. Gereja sedang berjalan menuju liang lahat, bila gembala sidang masih berkompromi dengan dosa dan tidak memberitakan firman Tuhan yang murni. Gereja sedang sekarat bila jemaatnya adalah orang percaya yang masih dikuasai hidup yang lama. Bila dua hal ini digabungkan , inilah yang disebut gereja mati. Apalagi bila gereja tersebut tergantung dengan orang-orang kaya, sehingga pada saat orang tsb melakukan kesalahan yang fatal, gereja tidak berani bertindak, karena imannya bergantung pada orang kaya tsb, takut kalau ditegur jemaat kaya tsb pindah gereja, akhirinya tidak ada perpuluhan dan sumbangan terbesar hilang begitu saja. Pada zaman Nabi Yeremia hal ini juga terjadi, para Imam, Nabi dan jemaat tidak lagi hidup dalam kebenaran. Tidak ada teguran, tidak ada hardikkan, tidak ada kebenaran yang diberitakan, tidak ada lagi yang berlaku setia diantara anak-anak Israel. Anehnya dalam zaman yang membara dengan api Roh Kudus ini, masih banyak ditemukan gereja yang sekarat. Pendetanya seperti robot yang disetir oleh jemaatnya yang kaya, pendetanya takut berkhotbah yang keras-keras sebab jemaatnya tidak mau ditegur, dan kalau ditegur, ngambeknya nggak sembuh-sembuh. Kalau anda memiliki pendeta yang keras dalam arti memberitakan firman Tuhan dengan murni dan berani menegur dengan kasih bersyukurlah, karena ada yang meluruskan anda. Jangan malah marah, kalau anda marah sama artinya dengan anda memintanya supaya tidak memberitakan firman dengan murni. Atau anda cuma meminta pendeta anda berkhotbah yang aman bagi diri anda saja, tidak mengungkit masalah benar atau tidak dimata Tuhan.

 
 {sumber : Bethany Desember 99}

Minggu, 02 Maret 2014

Berpikir Sederhana


Berpikir Sederhana


Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penjerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri  dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?"

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia."  Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh, tetapi ternyata, ah..... kijang.

Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, "Rusa......!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang  mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga.

Tidak jarang orang-orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Demikian juga dengan seseorang yang bergumul dengan pasangan hidup yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, akhirnya harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa pertimbangan logika yang sehat. Kita tentunya perlu mempunyai harapan dan idealisme supaya tidak asal tabrak. Tetapi hendaknya kita ingat bahwa seringkali Tuhan mengajar manusia dengan perkara-perkara kecil terlebih dahulu sebelum mempercayakan perkara besar, dan lagipula tidak ada sesuatu di dunia yang perfect yang memenuhi semua idealisme kita. Berpikirlah sederhana!!
 
 {sumber : secrapamana.net}

Rabu, 26 Februari 2014

Janganlah takut

Janganlah takut

pengarang : nn

Di dalam hutan hiduplah seekor anak beruang kecil yang bernama Teddy. Ibunya telah meninggal. Setiap hari, Teddy  belajar dan ia mulai mencoba untuk bertahan hidup di tengah hutan. Tetapi seringkali binatang buas seperti Singa mulai melihat dan mencari kesempatan yang baik untuk memakan Teddy.

Suatu hari datanglah seekor beruang besar dan ia mengangkat Teddy menjadi anaknya. Teddy sangat senang karena si beruang besar ini mulai mengajari Teddy bagaimana untuk mengaum melompat dan segala macam hal yang biasa dilakukan oleh beruang. Beruang besar ini ingin agar Teddy dapat menjadi beruang yang sejati.

Tanpa sepengetahuan Teddy, si beruang besar menghilang entah kemana. Teddy berusaha untuk mencari  tetapi dia tidak menemukannya. Setelah mereka berpisah, datanglah seekor Singa yang siap untuk menerkam Teddy. Teddy sangat ketakutan dan ia mulai berusaha untuk mengaum seperti yang pernah diajarkan oleh beruang besar. Tetapi auman yang ia keluarkan adalah auman ketakutan dan anehnya Singa itu lari ketakutan. Teddy sangat terkagum-kagum dan bertanya dalam hatinya,"Mengapa singa itu bisa pergi." Ketika ia melihat ke belakang ternyata ada beruang besar berdiri didekatnya. Sekarang Teddy tahu bahwa bukan karena aumannya, Singa itu pergi melainkan karena ada beruang besar dibelakangnya.

Sebagai orang percaya janganlah takut akan segala hal ingatlah bahwa Yesus selalu ada sekalipun kita tidak melihatnya. Seperti yang tertulis dalam Yesaya 41:10: "Janganlah takut sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan."
   
{sumber : Film - The Bears}

http://www.airhidup.com/Article.cfm?ArticleID=862&Ref=Article

Selasa, 25 Februari 2014

Hasil Dari Kebaikanmu


Hasil Dari Kebaikanmu

pengarang : Max Lucado


Seberapa  baik kah anda? Apa hasil dari kebaikan yang telah anda lakukan? Kapan terakhir kali anda melakukan sesuatu yang baik di keluarga – seperti mengambilkan selimut, membersihkan meja, menyiapkan kopi – tanpa diminta atau disuruh?

Pikirkan tentang sekolah atau tempat kerja anda. Siapa orang yang paling dianggap remeh atau paling dihindari? Murid yang paling pemalu? Karyawan yang pemarah? Mungkin dia tidak bisa bergaul. Mungkin dia tidak merasa masuk dengan lingkungan sekitarnya. Apakah anda baik dengan orang seperti itu?

Hati yang baik adalah jenis yang tenang.  Mereka adalah pribadi yang membiarkan kendaraaan orang lain memotong jalan mereka dan ibu muda dengan tiga orang anak yang pindah ke jalur keluar di antrian. Mereka bersedia mengembalikan tong sampah tetangga yang terguling ke jalan.

Dan mereka baik di gereja.  Mereka sangat mengerti bahwa orang-orang yang paling membutuhkan pertolongan mungkin adalah mereka yang berdiri di serambi atau mereka yang duduk dibarisan dibelakang mereka pada saat ibadah. Rasul Paulus menulis: "Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman" (Gal. 6:10).

Dan, tantangannya adalah – bagaimana dengan musuh-musuh saudara? Dengan boss yang sudah memecat anda atau istri yang meninggalkan anda. Mungkinkah kita bisa mengejutkan mereka dengan kebaikan? Tidak mudah? Tentu tidak. Tapi kemurahan hati adalah isyarat terdalam dari kebaikan. Rasul Paulus  menyamakan kedua hal berikut. "Ramahlah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni sebagaimana Allah didalam Kristus telah mengampuni kamu " (Efesus. 4:32 ).

Tuhan Yesus berkata:

"Kasihilah musuhmu.Berbuatlah baik kepada orang orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu…; Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ?Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang  jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Luke 6:27-28, 32, 35-36)

Berbuat baik di rumah. Berbuat baik di masyarakat. Baik di gereja dan baik dengan musuh anda. Meliputi keseluruhannya bukan?

Hampir. Ada yang lain membutuhkan kebaikan anda. Kira-kira siapa? Diri Anda sendiri.

Karena Dia begitu baik kepada kita, dapatkah kita baik terhadap diri kita sendiri? Oh, tapi Max, anda tidak mengenal saya. Kamu tidak tahu tentang kesalahan-kesalahan yang sudah saya lakukan atau pikiran-pikiran saya. Kamu tidak tahu tentang sakit yang saya keluhkan dan komplain-komplain yang saya gerutukan. Memang tidak, tapi Dia tahu. Bahkan Dia mengetahui segalanya tentang diri Saudara, meskipun begitu Dia tidak menahan kebaikanNya terhadap saudara bukan? Apakah Dia yang mengetahui segala rahasia kehidupan anda, pernah menarik kembali janjiNya atau mengambil kembali berkat-berkatNya?

Tidak, Dia begitu baik kepada Anda. Mengapa anda tidak berbuat baik terhadap diri anda sendiri? Dia mengampuni segala kesalahan-kesalahan anda. Mengapa anda tidak melakukan hal yang sama?

Dia yang berpikir bahwa hari esok layak untuk dijalani. Mengapa anda tidak setuju ?

Dia begitu percaya sekali kepada anda hingga bisa menyebut anda Duta BesarNya, muridNya, bahkan anakNya. Mengapa anda tidak mengambil isyarat ini dan mulai percaya kepada diri anda sendiri?

Baik hatilah terhadap diri anda sendiri. Tuhan berpikir bahwa anda layak untuk menerima kebaikanNya. Dan Dia sangat pintar dalam menilai karakter.

 
{sumber : Allworship.com}